“Tukang potong kep sedang mencari kepala anak-anak.” Aku bergeming. Tak merasa perlu gemetar seperti ketika pertama kali mengetahui kep itu artinya apa. “Ah, yang macam beginian cuma cerita omong kosong saja,” aku menyahut begitu dengan nada tak acuh. Sendy jadi tersinggung. Ia mendelik, mengangkat kepalanya, dan memelototiku, “Baik, kalau tidak percaya. Coba saja kalau tidak perca…