Text
Perempuan Cahaya: KIsah Sejati Seorang Gadis Gagal Ginjal Menggapai Cinta-Nya
Jantungku bengkak, paru-paru terendam air. Satu-satunya jalan adalah cuci darah! Akhirnya, ku jalani hemodialisis itu, hingga kini, sepuluh tahun sudah.
Berbagai tekanan dan tempaan hadir dalam hidupku. Rasanya, suadh jatuh tersungkur, tak sanggup banugn, kemudian tertimpa tangga pula hingga nyaris kehilangan kesadaran. Berbagai komplikasi ku alami: ginjal yang tak berfungsi, infeksi lambung, hingga hepatitis C. Rambut rontok serta kulit pecah, legam, kering, dan bersisik seolah menjadi ciri khasku saat itu. Jantung berdebar, sesak napas, mual, muntah, diare, pegal linu, gatal, letih, lesu seolah menjadi makananku sehari-hari kala itu. Semuanya berimbas pada kondisi psikis dan ruhiyahku.
Apa yang membuatku bertahan? Mencari alasan mengapa Allah masih memberikan kesempatan hidup padaku adalah salah satunya. Ada sesuatu yang masih harus kulakukan di alam fana ini. Jika tidak, mungkin Allah sudah mengajakku pulang jam 5 sore itu.
Sungguh, batas hidup dan mati itu ternyata teramat tipis.
Tidak tersedia versi lain