Text
Merasakan Kehadiran Tuhan
Kebutuhan untuk menemukan kedamaian yang hakiki semakin terasa ketika kehidupan di sekeliling kita terasa carut marut. Banyak saudara-saudara kita berlarian kesana kemari untuk mencari ketenangan melalui meditasi-meditasi, yoga, renungan-renungan sufistik, atau melalui serangkaian upacara zikir wirid sebagaimana diajarkan dalam berbagai tarekat. Banyak penerbitan yang kemudian membahas zikir secara khusus dalam rangka menemukan pesan Tuhan bahwa dengan berzikir, hati akan menemukan kedamaian. Alaa bi zikrillahi tathmainnul qulub.
Sebagian berhasil menemukan kedamaian. Tetapi tak sedikit yang justru semakin gersang hatinya. Apa yang salah dari proses penghayatan keimanan itu, sehingga kedamaian tak ditemukan? Padahal kita masih terkenang contoh bagaimana Ali bin Abi Thalib tak merasakan sakit ketika anak panah dicabut dari badannya, semata karena ia telah hanyut dalam kedekatan dengan Tuhan. Sementara kita masih saja merasakannya sebagai sesuatu yang sangat abstrak dan jauh diawang-awang. Kelezatan iman menjadi istilah yang teramat mewah, karena jarang di antara kita yang mampu merasakan makna iman sampai ke wujudnya yang nyata.
Buku ini mengajak kita untuk menemukan kedamaian dengan mengimani Tuhan secara benar. Ada hal-hal yang jarang dipaparkan secara mendalam di buku-buku lain, dikupas dengan jernih oleh Syaikh Yusuf Qardhawi, tempat bertanya para ikhwan di Mesir. Berbeda dengan Kahlil Gibran yang sibuk dengan dirinya sendiri dan hanya mengajak pembaca untuk menjadi sofis, penulis buku ini banyak terlibat langsung dalam membimbing murid- muridnya. Ia mengajak para pembacanya bukan hanya untuk bisa menemukan kedamaian bagi dirinya sendiri, tetapi sekaligus memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi sekelilingnya.
Tidak tersedia versi lain