Text
Laut sebelum Pasang
Tentang kebahagiaan sebelum peristiwa Tsunami 1994. Di mana keluarga Bapak Purnomo masih utuh dan penuh canda tawa setiap harinya.
Meskipun 'Bahagia' yang disematkan di atas masih harus dipertanyaakan tetapi di antara rasa sakit yang ada dalam kisah ini, rasanya tidak pantas jika dibandingkan dengan bahagia yang dirasakan oleh ketujuh putra Bapak Pramono.
Tanpa diketahui siapapun, pada tahun 1988 adalah tahun terakhir di mana senyuman dan tawa mereka bisa terdengar nyaring dibandiing enam tahun ke depan yang akan mereka jalani. Momen kebersamaan itu seketika lenyap dan tidak lagi mereka temukan setelah beranjak dewasa.
Tidak tersedia versi lain