Text
Cinta Ayah di Ujung Senja
Di bawah cahaya purnama yang belum sempurna, segenggam rindu membawaku kembali bertemu dengan masa lalu, sosok cinta yang tak pernah lekang oleh jarak dan waktu, cinta pertama seorang anak perempuan, ialah ayah yang tak pernah pudar kasih dan cintanya terukir dalam senyum lelahnya.
Ayah begitu berat beban di tumpukkan kakimu. Tapi, tak mau pula engkau berbagi padaku. Ayah berbisik lirik, Nak cinta itu bukan hanya tentang kata dna rasa, tapi lebih dari itu, cinta adalah pengorbanan dari hati yang paling dalam tanpa berharap kembali. Kala itu, tak ada keraguan, langkahnya mengalahkan ketakutan, genggamannya menghantarkan hangat juga rasa aman.
Seiring berjalannya waktu, tatapan itu mulai sayu, langkahnya tak sekekar dahulu, tetapi tak ada cerita untuk kami dengar dari setiap masalahnya.
Dear ayah...
Terima kasih telah menjadi cinta pertama, menjadi pelindung dari segala duka lara, menjadi penguat di setiap langkah untuk menghadapi kerasnya kehidupan dunia.
Terima kasih ayah...
Tidak tersedia versi lain