Art Original
PULANG KE MALIOBORO : Sebuah Perjalanan Kerinduan
Entah ada berapa juta orang yang menitipkan jejak kenangannya pada jengkal-jengkal trotoar Malioboro.
Yogyakarta adalah Malioboro, Malioboro adalah Yogyakarta. Orang-orang berdatangan ke kota ini, dan rasanya belum sah orang mengaku tiba di Jogja jika belum menjejakkan tumitnya di Malioboro.
Sebagian di antara orang-orang itu datang sesaat, lalu pergi, tapi di sudut-sudut Malioboro mereka meninggalkan remah ingatan dan ceceran hati.
Sebagian yang lain datang, berhenti sejenak, lalu duduk dengan jenak, sambil bersiap-siap untuk beranjak. Tapi entah kenapa tahu-tahu waktu melompat begitu saja tanpa diduga. Setahun, tiga tahun, sepuluh tahun, lima puluh tahun.
Orang-orang itu mendadak amnesia, lenmyap seketika ingatan mereka, lupa bahwa sebenarnya mereka berencana duduk di Malioboro dan di Jogja sebentar saja.
Hingga akhirnya, mereka pun merasa bahwa Malioboro bukan hanya tempat untuk datang, bukan tempat untuk sekedar berjalan-jalan, melainkan tempat untuk pulang. Ya, dari dulu sampai nanti, kita bukan pergi ke Malioboro. Kita... pulang ke Malioboro
Tidak tersedia versi lain