Text
Astaradika
Langkah yang tercipta membawa pada dua cerita. Sisiku dan sisi sang Tuan, pernah juga kami dipisah oleh ruang. Kala netra kami kembali berjumpa, jiwanya masih sama--meski aku tak tahu yang sebenarnya. Apakah ia masih dengan lantang bersorak-sorai guna menumbuhkan Kamelia yang tak kunjung mekar, serta hadirku yang menjadi tempat berteduh walau sang Tuan tak pernah sadar ia sedang meneduh? Entah dibawa ke mana langkah demi langkah ini, kami enggan lepas dari titik yang sama bernama kenyamanan. Pun, aku tak sedikit pun kusesali, sebab aku dapat berada di sini juga berkat sang Tuan, sang pemilik nama belakang Astaradika.
Tidak tersedia versi lain