Bertemu dalam satu perguruan milik Turki Utsmani di masa kecil, Muhammad Al-Fatih dan Vlad Dracula kembali ke panggung dunia. Masing-masing mewakili kubu yang berlawanan. Setelah tumbuh dewasa dengan obsesi dan kemampuannya sendiri-sendiri, akhirnya Muhammad Al-Fatih harus mengangkat pedang melawan teman lama sekaligus kakak dari sahabat terdekatnya sendiri. Inilah pertarungan antara cahaya dan…
Shalahuddin terus menimba ilmu agama dan ilmu keterampilan berpedang dan berkuda. Dengan tekun, Shalahuddin berguru pada Nuruddin Zanki dan pamannya, Asaduddin Syirkuh. Panggilan itu pun tiba. Penduduk kota Damaskus datang meminta pertolongan para prajurit di Mosul untuk membantu mempertahankan benteng kotanya dari serangan Tentara Salib. Pasukan Salib sangat yakin akan merebut benteng ini…
Di balik gagahnya seorang ksatria, pasti ada sosok guru yang mendidik dan melatihnya dengan sabar dan gigih. Seperti itulah kiranya Shalauddin Al-Ayubi dan Nurudin Zanki. Kisah Shalauddin Al Ayyubi tidak akan lengkap tanpa kisah gurunya, Nurrudin Zanki. Banyak ilmu pengetahuan, keterampilan dan ketangkasan milik Shalauddin Al Ayyubi yang diwariskan dari Nuruddin Zanki. Ia pun mewarisi cita-c…
Vlad Dracula telah menabuh genderang perang terhadap Muhammad Al-Fatih. Pernah belajar dengan guru yang sama --Syaikh Ahmad Qur'ani, tidak serta merta membuat dracula memiliki visi yang sama dengan AL-fatih, ia malah menyimpan dendam kepada Al-fatih dan Turki Utsmani. Dalam episode sebelumnya, Dracula berhasil memukul Al-fatih dan pasukannya. Setiap gerak pasukan Al-Fatih diketahui dan dipatahk…
Tanpa harta dan sanak saudara, Najmuddin Ayyub, Ayah Shalahuddin Al Ayyubi dan keluarga terusir dari Tikrit. Mereka menjadi pelarian, bergerak sembunyi-sembunyi. Rasa lapar dan sengatan matahari menemani perejalanan mereka. Sekian waktu terlunta-lunta, akhirnya mereka tiba di Mosul. Saat itu Mosul dipimpin oleh Imaduddin Zanki. Mendengar kedatangan Najmuddin Ayyub, Sultan Imaduddin Zanki & anak…
Sultan Nuruddin Zanki melepas pasukan perang yang dipimpin oleh Shalahuddin Al-Ayyubi menuju Mesir. Mereka dikirim untuk membebaskan kaum muslim dari kesewenang-wenangan Dinasti Fathimiyyah yang berkuasa di Mesir saat itu. Di tengah perjalanan, pasukan Shalahuddin dihadang oleh kelompok Assassin. Pertempuran dahsyat pun tidak bisa dihindari. Dalam pertempuran tersebut Shalahuddin bertarung deng…
Pasukan muslim yang dipimpin Asaduddin Syirkuh berhasil masuk ke gerbang Kerajaan Fathimiyyah. Ibnu Ash-Shawar lah yang membukakan pintu gerbang itu. Ternyata, di balik perbuatannya, Ibnu Ash-Shawar memiliki rencana tersembunyi dengan mengizinkan pasukan muslim masuk ke wilayahnya.Akankah langkah Shalahuddin ini mampu mewujudkan impiannya merebut kembali Palestina?
Dalam pertempuran mempertahankan Benteng Homs di Damaskus dari serbuan pasukan salib, ayah Shalahuddin, Najmuddin Ayyub terluka parah dan wafat. Inilah akhir kebersamaan Shalahuddin dengan ayahnya tercinta. Shalahuddin tak pernah melupakan wasiat terakhir dari ayahanda. Sementara itu, Mesir diperintah oleh seorang gubernur yang zhalim, bernama Ibnu Al-Munkidz. Khalifah Dinasti Fathimiyyah ya…
"Sangat kreatif! Perpaduan antara pesan-pesan suci dan indahnya karya seni." -Oki Setiana Dewi "Sebuah terobosan besar untuk memasyarakatkan hadis Nabi memancing kreativitas berijtihad umat Islam. Setiap Muslim wajib menjadikan buku ini sebagai kado untuk famili, handai taulan, teman dan juga anak-anak."