Marah, sedih, kesal dan kecewa adalah nikmat yang Allah berikan kepada kita. Semua perasan yang dialami manusia adalah alat yang diberikan Allah demi keberlangsungan hidup manusia di dunia Boleh kita merasa marah, tapi.... Nah, apa tuh tapinya? Masak marah itu boleh? Yuk, kita baca buku ini. Biar kita memahami cara mengelola marah sesuai yang diajarkan nabi.
Tanpa harta dan sanak saudara, Najmuddin Ayyub, Ayah Shalahuddin Al Ayyubi dan keluarga terusir dari Tikrit. Mereka menjadi pelarian, bergerak sembunyi-sembunyi. Rasa lapar dan sengatan matahari menemani perejalanan mereka. Sekian waktu terlunta-lunta, akhirnya mereka tiba di Mosul. Saat itu Mosul dipimpin oleh Imaduddin Zanki. Mendengar kedatangan Najmuddin Ayyub, Sultan Imaduddin Zanki & anak…
Langit Madinah diliputi duka. Saat itu, Rasulullah SAW baru saja wafat meninggalkan umatnya. Para sahabat dan penduduk Madinah pun bersedih. Sampai-sampai Umar bin Khathab tidak mampu menerima kabar itu. Adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang akhirnya menegur dan menenangkan Umar bin Khathab. Permasalahan berikutnya pun muncul. Siapa pengganti Rasulullah? Para sahabat baik dari Anshar maupun Muhaj…
"Sangat kreatif! Perpaduan antara pesan-pesan suci dan indahnya karya seni." -Oki Setiana Dewi "Sebuah terobosan besar untuk memasyarakatkan hadis Nabi memancing kreativitas berijtihad umat Islam. Setiap Muslim wajib menjadikan buku ini sebagai kado untuk famili, handai taulan, teman dan juga anak-anak."