Jika dalam masyarakat lampau orang percaya akan khasiat mantra Jawa, yang saya tulis kembali ini harap dianggap sebagai puisi yang disesuaikan dengan sejumlah ciri bentuk mantra Jawa. Namun, jika ada yang berniat mengembalikan fungsinya semula sila saja. Siapa tahu bisa kesampaian juga maksudnya.
Konon puisi adalah mahkota bahasa. Puisi adalah hasil yang dicapai jika seseorang mampu bermain-main dengan bahasanya. Apa yang ditulis penyair tidak serta-merta bisa diartika secara harfiah. Gerimis bukan berarti hujan, dan bunga belum tentu berarti kembang. Kerap penyair bilang begini, tapi maksudnya begitu. Lalu bagaimana caranya bisa menikmati puisi dan menangkap pesan atau makna yang ingin…
Rindu yang Berkarat Sisa hujan belum juga kering sepi, tapi terasa asing terjebak dalam kehampaan bersama bayangmu di kepala ini seperti luka namun tetap selalu kubuka aku menunggumu di rumah rindu andai sang waktu pasti rindu ini tak akan berkarat
Bukan jalan yang membawa manusia sampai ke tujuan, melainkan sepasang kaki yang kuat
Betapa sakitnya ketika hati yang rapuh ini dipatahkan Setiap kata yang tertuang adalah refleksi dari rasa yang menjadi remuk Tingginya rasa menjadi hancur ketika dijatuhkan oleh sakitnya patah hati Sangat berkesan ketika para penulis dalam buku ini berhasilkan menyajikan bagaimana sakitnya patah hari menjadi untaian kata yang menyentuh Selamat membaca dan semoga apa yang tertulis dalam buku…
Hei Nak, Aku tahu, aku telah menyebutkan ini berulang kali, mengingatkanmu lagi dan lagi, tapi akan ku katakan kembali di sini: Jagalah selalu gembira di hatimu, Nak. Selalu