Ternyata, dibalik setiap perbuatan, selalu ada balasan. Bapak tidak pernah menyangka jika hidup dalam rasa penyesalan yang begitu besar akan sangat menyakitkan. dan justru, sesuatu yang paling menyakitkan itu bukan lah kehilangan karena kematian.
Perihal kematian hanya Tuhan yang tahu. Namun, jika kehilangan karena kematian terus-menerus dihadapkan. Siapa yang berani berteriak 'ikhlas'? Gelombang tsunami merenggut lima raga tanpa permisi, berpura-pura berterima kasih atas kehilangan adalah hal yang harus Bapak, Khalid, dan Dewangga jalani. Hingga suatu waktu datang sebuah surat yang membuat Bapak sadar jika raga yang hilang yaitu Ap…
Ternyata, di balik setiap perbuatan, selalu ada balasan. Bapak tidak pernah menyangka jika hidup dalam rasa penyesalan yang begitu besar akan sangat menyakitkan. Dan justru, sesuatu yang paling menyakitkan itu bukanlah KEHILANGAN karena kematian. Tetapi, saat Bapak harus menjalani hari-hari setelah KEHILANGAN itu sendiri. Hanya dua hari ketujuh putranya yang selamat. Bapak seperti d…
Tentang kebahagiaan sebelum peristiwa Tsunami 1994. Di mana keluarga Bapak Purnomo masih utuh dan penuh canda tawa setiap harinya. Meskipun 'Bahagia' yang disematkan di atas masih harus dipertanyaakan tetapi di antara rasa sakit yang ada dalam kisah ini, rasanya tidak pantas jika dibandingkan dengan bahagia yang dirasakan oleh ketujuh putra Bapak Pramono. Tanpa diketahui siapapun, pada tah…