Langkah yang tercipta membawa pada dua cerita. Sisiku dan sisi sang Tuan, pernah juga kami dipisah oleh ruang. Kala netra kami kembali berjumpa, jiwanya masih sama--meski aku tak tahu yang sebenarnya. Apakah ia masih dengan lantang bersorak-sorai guna menumbuhkan Kamelia yang tak kunjung mekar, serta hadirku yang menjadi tempat berteduh walau sang Tuan tak pernah sadar ia sedang meneduh? Entah …